Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Mengenang,.....

Dari Sosok itu... Mataku sembab lantaran menangis sepanjang hari, tiap kali mengingat sosok itu maka akan bergemuruh dada ini. Di mata ku sosok itu, tak hanya sekedar sosok seorang ummi teman baikku Nama sosok itu adalah Yoyoh Yusroh, beliau seorang ibu, seorang istri, seorang ustazah, dan masih banyak lagi.. Jujur diriku tak sering bertemu ustazah Yoyoh, namun setiap kali pertemuanku dengan beliau maka akan melekat dalam diriku, Dari beliau aku merasakan suatu ketenangan, kedamaian, kebijaksanaan, keramahan, kesederhanaan yang kupikir itu semua adalah aura hamba Allah yang Sholehah. Benarlah, ketika Allah mencintai hamba-Nya maka Allah akan mengabarkan kepada para malaikat dan alam semesta bahwa Allah mencintai orang ini, dan orang itupun akan dicintai oleh siapapun, apapun... Itulah yang kurasakan, betapa aku sangat kehilangan sosok Ustazah Yoyoh... Teringat Beliau, maka aku akan bersemangat dalam memdidik anak-anakku, membayangkan beliau maka aku akan bersemangat u...

Make a Prayer,

Gambar
Sebuah Judul yang saya ambil dari judul lagu sami yusuf. Make a Prayer, menemani saya menuangkan apa yang sedang mengalir dalam hati dan pikiran saya. Seperti biasa, malam ini (me-time) orang2 terkasih saya telah terlelap dalam dekapan malam. malam ini saya kembali terjaga. terjaga karena memikirkan kembali sebuah skenario indah milik Allah untuk saya.  selama ini sebagai manusia yang sempit pikirannya saya hanya selalu berucap kenapa ya Rabb, kenapa seperti ini? seperti hendak ikut mengatur jalan cerita dalam kisah kehidupan saya, padahal Allah lebih tahu apa yang terbaik buat saya. Saya selalu berdoa tiap shalat, ya Rabb jangan Engkau tinggalkan hamba dalam setiap langkah, hamba serahkan segala urusan hamba pada Mu... dalam setiap doa selalu menyerahkan segala urusan pada Sang Penguasa, namun apa yang terjadi ketika harapan, urusan yang kita hadapi beralur berbeda dengan apa yang kita pikirkan. sebagai manusia selalu SOK TAHU, merasa paling tahu apa yg terbaik untuk di...

Perasaan ibu

Pengalaman menjadi seorang ibu, merasakan betapa khawatirnya seorang ibu ketika anaknya sakit atau terjadi sesuatu apapun. pernah suatu kali, anakku harus masuk ruang operasi demi merekonstruksi tangannya yg dulu kena luka bakar. masih hangat dalam pikiran saya, ketika detik-detik menjelang shalat jumat anakku masuk ruang operasi sehingga suami saya tidak bisa menemani, saya bingung bukan pelang karena saya penakut dalam hal kedokteran apapun itu. namun naluri saya sebagai sorang ibu ternyata lebih mendominasi, selama masa penungguan saya hanya mampu berdzikir, berdoa dan membesarkan hati saya bahwa ini akan berlalu, namun ketika adakalanya saya merasa down kembali saya ingat, saya harus memasrahkannya kepada Allah, cinta Allah kepada hamba Nya melebihi cinta seorang ibu kepada anaknya * dengan memikirkan itu maka hati saya menjadi tenang. Ya Rabb, kuserahkan semua padaMu. waktu terasa berjalan begitu lamaaaa... saya sudah tidak mampu membendung air mata saya, hingga pintu operasi...

Bangun Tengah Malam

sudah menjadi hal biasa bagi saya untuk bangun di tengah malam, lantaran pangeran kecilku selalu bangun untuk minta diambilkan minum. jadilah saya menjadi penghuni rumah yg terjaga dan susah tidur kembali. Seperti biasa komputer mini menjadi salah satu teman saya dalam melewati malam. Hal biasa yang saya lakukan seperti kebanyakan orang cek jejaring sosial, akan tidak ada artinya bagi saya jika hanya membaca status update orang-orang. Untuk menghindari hal yang sia-sia saya mencoba menuangkan apa yang saya pikirkan. dari berbagai status yagn ada atau bacaan yang ada saya mencoba menggali pelajaran di dalamnya. Terkait dengan keinginan saya yg ingin bisa menulis yang bermanfaat (mudah-mudahan catatan amal untuk saya dalam berdakwah). Asli dalam dunia nyata saya mampu menuangkan tulisan pribadi dalam buku-buku kecil saya, tapi entah kenapa ruang maya ini belum membuat saya nyaman untuk menuliskan apapun. Hingga saya baca dari status orang, ketika orang itu sedang tidak eksis di dunia ma...

Sebelas Bintang, Matahari

Sebelas Bintang, Matahari dan rembulan tinggi bersujud padanya rupawan bagai malaikat betapa indahnya berseri wajahnya.. tujuh butir gandum yang hijau ditambah tujuh tahun musim kemarau Nabi Yusuf tiada pendendam walau ia disakiti Yusuf...Yusuf.. 'Alaihi salam.. begitulah lirik lagu anak-anak yg pernah kudapat dari guru SD ku dulu, dan kemudian menjadi lagu anakku kini,.. di usianya yang baru tiga tahun lebih, lafal bicaranya belum cukup sempurna. versi anakku sebelas bintang matahari dan ??????? bers???? ????malaikat??/?????wajahnya tujuh butir????kemarau ?????walau ia disakiti Yufuf...Yufuf..'alaihisalam NB: tanda tanya itu berarti saya benar-benar tidak menangkap apa yg ia ucapkan : p dan ketika saya koreksi penyebutan Yusuf,... U (saya) : bang bukan yufuf tapi yusuf T (anakku) : Ooo....yufuf ya mi?! U : Yusuf, Es..Es..Es.. YUSUF T : Es..Es..Es.. YUFUF!!! U: Jiah,..kagak berubah juga dah bocah...T_T (dalam hati) T : iya kan mi?!! (sambil nyengir) ...

anak laki-lakiku

usianya kini menginjak tiga tahun lebih, ia sudah menjadi seorang kakak dari bayi perempuan berusia 8,5 bulan, ia dituntut menjadi seorang yg dewasa menjaga adiknya. Tapi tersadar, ia hanya seorang anak berusia 3 tahun. ia tetap balita, masih penuh emosi dalam usianya kini. cepat ngambek dan cepat tertawa. sebagai orang tuanyalah saya bertanggung jawab. menjaga kedua cahaya hati kami.

Pertama Kembali

Ini menjadi tulisan awal saya, kembali menjadi awal menulis lagi, isinya hanya pernyataan akan menulis dan semangat menulis, semoga yg akan ditulis tak sekedar menjadi tulisan di hati tanpa pernah dituangkan di wadah menulis ini, kemudian hilang tanpa bekas. karena satu sifat manusia LUPA. menjadi kerugian, karena tidak memberikan manfaat sedikitpun.