Perasaan ibu

Pengalaman menjadi seorang ibu,
merasakan betapa khawatirnya seorang ibu ketika anaknya sakit atau terjadi sesuatu apapun.
pernah suatu kali, anakku harus masuk ruang operasi demi merekonstruksi tangannya yg dulu kena luka bakar. masih hangat dalam pikiran saya, ketika detik-detik menjelang shalat jumat anakku masuk ruang operasi sehingga suami saya tidak bisa menemani, saya bingung bukan pelang karena saya penakut dalam hal kedokteran apapun itu. namun naluri saya sebagai sorang ibu ternyata lebih mendominasi, selama masa penungguan saya hanya mampu berdzikir, berdoa dan membesarkan hati saya bahwa ini akan berlalu, namun ketika adakalanya saya merasa down kembali saya ingat, saya harus memasrahkannya kepada Allah, cinta Allah kepada hamba Nya melebihi cinta seorang ibu kepada anaknya* dengan memikirkan itu maka hati saya menjadi tenang. Ya Rabb, kuserahkan semua padaMu.
waktu terasa berjalan begitu lamaaaa... saya sudah tidak mampu membendung air mata saya, hingga pintu operasi terbuka, "orang tua ananda T??" tanya seorang wanita tengah baya yg masih mengenakan baju operasi. "iya saya,..." jawab saya agak kikuk dan takut. saya diantar ke dalam, dari kejauhan saya melihat anak saya sedang menangis digendongan seorang perawat, ia menangis namun kesadarannya belum benar-benar pulih,...sedihnya melihat buah hati saya seperti itu..
perlahan kupeluk ia dengan lembut, tubuh mungilnya terkulai lemas. "Alhamdulillah anakku, operasinya sudah selesai. Ummi disini nak."
saya harus banyak bersyukur, karena keadaan anak saya lebih baik dibandingkan dengan anak lain yang menjadi pasien dirumah sakit itu. Ya Rabb kuatkan setiap ibu-ibu yang mengalami hal hal seperti ini.



* ـ   عن عمر بن الخطاب ـ رضي الله عنه ـ قال : قدم على النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ سبى ، فإذا امرأة من السبي قد تحلب ثديها تسعى : إذا وجدت صبياً في السبي ـ أخذته فألصقته ببطنها ، وأرضعته ، فقال لنا النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ ” أترون هذه طارحة ولدها في النار ؟ قلنا : لا ،وهي تقدر على ألا تطرحه . فقال : لله أرحم بعباده من هذه بولدها ” . رواه البخاري ومسلم)
Dari Umar bin Al Khaththab RA berkata: Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah SAW. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa – sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu – ia segera menggendong, dan menyusuinya. Lalu Nabi Muhammad  SAW bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, dan ia mampu untuk tidak melemparkannya. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya (HR. Al Bukhari dan Muslim)


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/10/15172/allah-swt-sangat-menyayangi-hamba-nya-melebihi-kasih-sayang-ibu-terhadap-anaknya/#ixzz2EaWTGl4I


>>you'll be in my heart

Komentar